China Genjot Penjualan Barang Konsumsi hingga 2,6 Triliun Yuan pada 2025
Beijing (INITOGEL) — Di pusat-pusat perbelanjaan China, suasana kini terasa berbeda. Diskon terpampang di etalase, promosi digital berseliweran di layar ponsel, dan konsumen kembali didorong untuk berbelanja. Semua ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah China yang menargetkan penjualan barang konsumsi mencapai 2,6 triliun yuan sepanjang 2025.
Target ambisius tersebut mencerminkan upaya serius China untuk menghidupkan kembali konsumsi domestik sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi, di tengah tantangan global yang masih bergejolak dan pemulihan ekonomi yang berjalan tidak merata.
Konsumsi Jadi Andalan Baru
Selama bertahun-tahun, pertumbuhan ekonomi China banyak ditopang oleh ekspor dan investasi besar. Namun kini, fokus perlahan bergeser. Pemerintah melihat konsumsi rumah tangga sebagai fondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat lebih percaya diri untuk berbelanja,” ujar seorang pelaku usaha ritel di Beijing. “Bila konsumen bergerak, ekonomi ikut bergerak.”
Dorongan konsumsi ini menyasar berbagai sektor—mulai dari elektronik rumah tangga, kendaraan ramah lingkungan, produk digital, hingga kebutuhan sehari-hari.
Kebijakan dan Insentif di Lapangan
Untuk mencapai target 2,6 triliun yuan, pemerintah China meluncurkan berbagai kebijakan pendukung. Di antaranya insentif pembelian barang tertentu, program tukar tambah produk lama dengan yang baru, hingga dukungan bagi pelaku usaha ritel dan manufaktur.
Di tingkat daerah, pemerintah lokal aktif menggelar festival belanja dan kampanye konsumsi. Kota-kota besar hingga wilayah menengah berlomba menarik minat pembeli, memadukan pengalaman belanja offline dan online.
“Sekarang belanja tidak hanya soal harga, tapi juga pengalaman,” kata Li Wei, warga Shanghai yang mengaku kembali rutin berbelanja setelah lama menahan pengeluaran.
Masyarakat dan Psikologi Konsumen
Di balik angka triliunan yuan, ada perubahan psikologis yang coba dibangun. Pemerintah ingin menggeser sikap masyarakat dari menahan belanja menjadi lebih percaya diri dalam membelanjakan pendapatan.
Bagi sebagian keluarga, keputusan untuk membeli barang baru bukan perkara mudah. Kekhawatiran soal pekerjaan dan masa depan masih membayangi. Namun insentif dan kemudahan pembayaran perlahan mulai mengurangi keraguan itu.
“Kalau ada subsidi dan cicilan ringan, rasanya lebih aman untuk belanja,” ujar seorang ibu rumah tangga di Guangzhou.
Dampak bagi Industri dan Lapangan Kerja
Peningkatan konsumsi diharapkan memberi efek domino. Permintaan yang naik mendorong produksi, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan sektor logistik serta distribusi. Pelaku usaha kecil dan menengah pun diharapkan ikut merasakan dampaknya.
Bagi industri domestik, kebijakan ini menjadi angin segar. Produk dalam negeri mendapat dorongan lebih besar untuk bersaing dan mengisi pasar lokal.
“Kalau pasar dalam negeri kuat, kami tidak terlalu tergantung ekspor,” ujar seorang pengusaha manufaktur.
Menjaga Keseimbangan Ekonomi
Meski optimistis, para pengamat mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan. Dorongan konsumsi harus dibarengi dengan peningkatan pendapatan dan jaring pengaman sosial agar belanja masyarakat tidak bersifat sementara.
Target 2,6 triliun yuan bukan sekadar angka, melainkan indikator kepercayaan—baik kepercayaan pemerintah terhadap daya beli masyarakat, maupun kepercayaan warga terhadap arah ekonomi ke depan.
Belanja, Harapan, dan Masa Depan
Di toko-toko dan platform digital, transaksi terus berlangsung. Setiap pembelian membawa cerita kecil tentang harapan—harapan akan kehidupan yang lebih nyaman, ekonomi yang stabil, dan masa depan yang lebih pasti.
Bagi China, menggenjot penjualan barang konsumsi di 2025 adalah langkah strategis untuk menata ulang fondasi ekonominya. Di tengah tantangan global, negeri itu memilih bertumpu pada kekuatan dalam negeri: masyarakatnya sendiri.
Dan di balik angka 2,6 triliun yuan, ada jutaan keputusan sederhana—mengisi keranjang belanja, menekan tombol bayar, dan percaya bahwa esok akan lebih baik dari hari ini.
